UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kembangkan Program Konservasi Flora, Fauna, dan Sumber Daya Hayati di Lingkungan Kampus

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kembangkan Program Konservasi Flora, Fauna, dan Sumber Daya Hayati di Lingkungan Kampus

konservasi flora dan fauna di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon, 21 Juli 2026 — Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus mengembangkan konservasi flora dan fauna serta sumber daya hayati sebagai bagian dari pembangunan kampus hijau dan pembelajaran berbasis lingkungan. Salah satu fasilitas yang dimiliki adalah greenhouse untuk budidaya sayuran seperti bayam, pakcoy, dan kangkung yang dikelola langsung oleh Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO), sekaligus menjadi ruang belajar praktik tentang pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.

Konservasi Flora dan Fauna: Ekosistem Kampus

Kampus juga memiliki aviary, yaitu area khusus perawatan burung. Area ini dilengkapi tumbuhan, tempat bertengger, stasiun pakan, dan jaring pelindung. Selain itu, terdapat pula kolam ikan di tengahnya yang menjadi habitat ikan mas. Kolam ini sekaligus menjaga suasana tetap sejuk dan alami. Selain kolam di area aviary, terdapat tiga kolam ikan lain di lingkungan kampus. Ketiganya memperkuat konsep ruang terbuka ramah lingkungan.

Sebagai bentuk pelestarian satwa lokal, UINSSC turut memelihara dua ekor ayam Bekisar dan satu ekor ayam Bekisar Cemani. Kedua spesies lokal ini bernilai tinggi dari sisi keragaman genetik, edukasi, dan budaya.

Konservasi Flora dan Fauna Lewat Penanaman Pohon

Konservasi flora dilakukan melalui penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan berbagai jenis tanaman secara berkelanjutan. Pada Oktober 2025, UINSSC menanam 1.213 bibit pohon di Kampus 1. Bibit tersebut terdiri dari jambu biji, mahoni, sengon, ketapang, tabebuya, alpukat, whitewood, dan pucuk merah. Selanjutnya, penanaman berlanjut pada Desember 2025 dengan 135 pohon tambahan, termasuk tabebuia, glodogan tiang, trembesi, kawista, campolay, cerme, wuni, belimbing wuluh, pule, dan palem botol. Sebelumnya pada 2020, sebanyak 500 pohon juga ditanam di Kampus 3, Desa Astapada.

Baca Juga:  UINSSC Ungkap Kondisi Awal Sampah Anorganik Kampus pada 2025

Sebagai pelengkap, 100 pohon di kampus telah diberi label. Label tersebut berisi nama lokal, nama ilmiah, nama famili, dan nama dalam bahasa Arab. Dengan begitu, sivitas akademika lebih mudah mengenali jenis tanaman sekaligus mendokumentasikan keanekaragaman hayati kampus.

Kolaborasi Pertanian dengan Pesantren dan KKN

UINSSC turut mengembangkan smart farming melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Al-Bahjah. Selain itu, kampus juga menjalankan program urban farming lewat sejumlah kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidawangi, Dawuan, SDN 2 Gesik, dan Astapada. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Edukasi Lingkungan dan Platform Ethnobotany ID

Bersama HIMBIO, kampus juga rutin menggelar seminar dan penanaman mangrove di kawasan Cirebon, termasuk di Desa Mertasinga. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi konservasi lingkungan dalam mendukung pencapaian SDGs. Sebagai pelengkap fasilitas fisik, UINSSC juga mengoperasikan platform digital Ethnobotany ID. Platform ini menyediakan informasi keanekaragaman tumbuhan dan pemanfaatannya bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Melalui rangkaian program ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam konservasi flora dan fauna serta ekosistem kampus. Dengan demikian, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kampus hijau yang produktif dan berkelanjutan.