Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus memperkuat komitmennya sebagai Green Smart Campus melalui berbagai program strategis pada bidang Energy and Climate Change (EC). Implementasi kebijakan energi berkelanjutan ini sejalan dengan visi kampus digital yang ramah lingkungan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
UINSSC menerapkan penggunaan peralatan hemat energi secara menyeluruh di lingkungan kampus. Seluruh gedung telah menggunakan lampu LED, AC inverter dengan pengaturan suhu otomatis, serta sistem kelistrikan berbasis kartu akses yang memastikan listrik hanya digunakan saat ruangan aktif. Selain itu, pemanfaatan solar panel untuk penerangan area publik seperti taman dan area parkir turut menekan konsumsi listrik konvensional. Kebijakan ini diperkuat dengan Surat Edaran Rektor tentang Penghematan Energi, yang mendorong sivitas akademika membangun budaya hemat energi secara berkelanjutan.
Sebagai kampus siber pertama di Indonesia, UINSSC mengimplementasikan konsep smart building pada Gedung Siber dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Fasilitas ini dilengkapi Building Automatic System (BAS), sistem keamanan Face ID, pengelolaan pencahayaan dan pendingin ruangan otomatis, serta konektivitas Wi-Fi tanpa kata sandi. Digitalisasi layanan akademik dan administrasi secara signifikan mengurangi kebutuhan ruang fisik, konsumsi energi, serta mobilitas warga kampus.
Pengembangan energi terbarukan menjadi agenda prioritas UINSSC. Kampus telah memasang 18 panel surya berkapasitas total 1,8 kWp, menghasilkan sekitar 3.240 kWh per tahun. Energi ini dimanfaatkan untuk fasilitas kampus dan sistem pendukung lingkungan. Ke depan, UINSSC menargetkan pengurangan konsumsi listrik PLN minimal 20% melalui perluasan instalasi energi surya.
Pemantauan penggunaan listrik dilakukan secara rutin dan terukur. Data konsumsi listrik tahun 2025 menunjukkan fluktuasi bulanan yang menjadi dasar evaluasi efisiensi energi. Implementasi BAS, monitoring berkala, serta edukasi hemat energi ditargetkan mampu menurunkan konsumsi listrik hingga 10–15% per tahun, sekaligus memperkuat budaya efisiensi energi di lingkungan kampus.
Produksi energi terbarukan UINSSC saat ini mencapai sekitar 15.000 kWh per tahun, atau 0,89% dari total konsumsi energi tahunan kampus. Meskipun masih tahap awal, capaian ini menjadi fondasi penting menuju target peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga 10% pada tahun 2025 melalui pemasangan panel surya tambahan di gedung-gedung utama.
UINSSC mengintegrasikan prinsip green building dalam kebijakan pembangunan kampus. Melalui Kebijakan Green Campus dan Surat Keputusan Rektor, setiap gedung diwajibkan memiliki elemen hijau, sistem drainase berkelanjutan, pengelolaan air limbah, serta ruang terbuka hijau. Total area hijau kampus telah mencapai 1.200 m², berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, kenyamanan termal, dan keanekaragaman hayati.
Program penurunan emisi gas rumah kaca dijalankan melalui pengelolaan sampah organik dan inovasi biopori berbasis aplikasi PORICARE. Program ini berhasil menurunkan emisi setara 8,5 ton CO₂ per tahun. Selain itu, pemanfaatan energi surya untuk sistem lingkungan dan kebijakan SDGs Campus Policy memperkuat komitmen kampus terhadap mitigasi perubahan iklim.
UINSSC secara aktif menghitung jejak karbon dari aktivitas energi, transportasi, dan pengelolaan limbah. Total emisi karbon tercatat sekitar 1.500 ton CO₂e per tahun, atau 0,15 ton CO₂e per kapita. Data ini menjadi dasar perumusan kebijakan pengurangan emisi berbasis bukti dan terukur.
Berbagai program inovatif terus dikembangkan, antara lain Islamic Digital Green Campus Movement, program penghijauan kampus dengan penanaman ribuan pohon, serta penerbitan Surat Edaran Penghematan Energi Kampus. Program ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas dan mendorong integrasi isu iklim dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dampak nyata program kampus tercermin melalui inovasi PORICARE, program biopori nasional, konservasi energi, energi terbarukan, green mobility, serta digitalisasi layanan akademik. Program-program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi kampus, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Seluruh program Energy and Climate Change UINSSC berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs, khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui integrasi teknologi digital dan kebijakan hijau, UINSSC menegaskan perannya sebagai universitas yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.