Komitmen Pengelolaan Air Berkelanjutan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Komitmen Pengelolaan Air Berkelanjutan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Komitmen Pengelolaan Air Berkelanjutan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Komitmen Pengelolaan Air Berkelanjutan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai bagian dari komitmen menuju Green and Sustainable University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mengimplementasikan sistem pengelolaan air terpadu yang berorientasi pada konservasi, efisiensi, inovasi teknologi, serta keberlanjutan lingkungan. Program ini dirancang secara sistematis melalui pendekatan ekologis dan digital, mencakup konservasi air tanah, pemanfaatan kembali air sisa pakai, penyediaan air minum higienis, pengendalian pencemaran, serta monitoring berbasis Information and Communication Technology (ICT).

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menekan konsumsi air bersih dan mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga membangun budaya sadar air (water awareness culture) di kalangan sivitas akademika. Melalui integrasi infrastruktur hijau dan teknologi cerdas, pengelolaan air di lingkungan kampus dilaksanakan secara terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi prinsip green campus.

WR.1 – Water Conservation Program Implementation

Implementasi Program Konservasi Air Terintegrasi

Sebagai bagian dari komitmen menuju Green and Sustainable University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengimplementasikan program konservasi air melalui pendekatan ekologis dan teknologis yang saling terintegrasi. Salah satu langkah konkret adalah pembangunan lubang biopori yang tersebar di seluruh kawasan kampus—meliputi Kampus 1 Lokasi 1, Lokasi 2, Lokasi 3, Lokasi 4, serta Kampus 2. Biopori berfungsi meningkatkan infiltrasi air hujan, mengurangi genangan, serta memperkuat cadangan air tanah secara alami.

Upaya konservasi diperkuat melalui penanaman dan pemeliharaan pohon di seluruh ruang terbuka hijau kampus. Berbagai jenis pohon seperti mangga, glodokan tiang asoka, pohon payung, pete lanang, ketapang, jambu bol, hingga pohon cola ditanam secara terencana di beberapa titik strategis. Program ini tidak hanya meningkatkan daya serap air tanah dan mencegah erosi, tetapi juga menjaga keseimbangan mikroklimat kampus.

Sebagai langkah jangka panjang, universitas merencanakan pembangunan sistem water pumping recycling untuk mengolah air bekas wudu, cucian, dan aktivitas laboratorium agar dapat dimanfaatkan kembali untuk penyiraman tanaman serta kebutuhan non-konsumsi lainnya. Kombinasi pendekatan biopori, penghijauan, dan sistem daur ulang ini menjadi fondasi konservasi air berkelanjutan di lingkungan kampus.

WR.2 – Water Recycling Program Implementation

Pengembangan Sistem Daur Ulang Air Gedung Siber

Dalam rangka meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merancang sistem plumbing khusus yang dilengkapi pompa recycling di Gedung Siber. Sistem ini dirancang untuk mengumpulkan air bekas wudu dan air kamar mandi, kemudian mengolahnya agar dapat digunakan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi seperti penyiraman taman dan pencucian kendaraan operasional.

Inisiatif ini menjadi tonggak awal pengelolaan air limbah terpadu di lingkungan kampus. Implementasi sistem daur ulang air diharapkan mampu menekan konsumsi air bersih, mengurangi volume pembuangan limbah cair, serta meningkatkan efisiensi operasional gedung secara signifikan. Seluruh air hasil olahan dipastikan hanya digunakan untuk kebutuhan non-konsumsi, sehingga tetap menjaga aspek kesehatan dan keamanan sivitas akademika.

WR.3 – Water Efficient Appliances Usage

Implementasi Fasilitas Hemat Air di Seluruh Gedung Kampus

Efisiensi penggunaan air diwujudkan melalui pemasangan 98 unit toilet dual flush dan 68 unit urinoir yang tersebar di seluruh gedung universitas. Dari total 168 unit toilet, persentase penggunaan sistem dual flush mencapai 58,33%, mencerminkan komitmen nyata universitas terhadap konservasi air.

Sistem dual flush memungkinkan pengguna memilih volume air sesuai kebutuhan—tombol kecil untuk limbah cair dan tombol besar untuk limbah padat—sehingga mampu menghemat hingga 50–60% penggunaan air dibanding sistem konvensional. Keberadaan urinoir juga memperkuat efisiensi karena membutuhkan volume air yang lebih sedikit.

Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana pada fasilitas sanitasi mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan konsumsi air harian kampus.

WR.4 – Consumption of Treated Water

Penyediaan Air Minum Higienis melalui Water Purifier

Untuk menjamin akses air minum yang aman dan higienis, universitas menyediakan delapan unit water purifier yang terdiri dari enam unit indoor dan dua unit outdoor. Unit indoor ditempatkan di berbagai fakultas dan gedung pascasarjana, sedangkan unit outdoor berada di kawasan Rektorat dan area Mahad yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa.

Baca Juga:  Begini SOP Penanganan Limbah B3 di Laboratorium UINSSC

Penggunaan teknologi filtrasi tujuh tahap memungkinkan air mentah diproses menjadi air siap konsumsi tanpa perlu perebusan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung kesehatan sivitas akademika, tetapi juga mengurangi penggunaan galon dan botol plastik sekali pakai melalui sistem isi ulang (refill).

Program ini menjadi bagian dari transformasi menuju kampus hijau dan cerdas (green and smart campus) yang mengintegrasikan aspek kesehatan, efisiensi energi, dan pengurangan limbah plastik.

WR.5 – Water Pollution Control in Campus Areas

Pengendalian Pencemaran Air melalui IPAL Biotech

Sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan, universitas menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis teknologi Biotech di Gedung Siber. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme alami untuk menguraikan zat pencemar secara biologis sebelum air dilepas kembali ke lingkungan.

Pendekatan ini memastikan bahwa limbah cair dari toilet, tempat wudu, dan fasilitas sanitasi lainnya tidak mencemari tanah maupun sumber air sekitar. Selain berfungsi sebagai sistem teknis pengolahan limbah, IPAL Biotech juga menjadi sarana pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa dalam memahami praktik pengelolaan air limbah berkelanjutan.

Implementasi ini menunjukkan integrasi antara fungsi operasional, edukasi, dan inovasi lingkungan dalam satu sistem terpadu.

WR.6 – ICT-Based Water Management Monitoring

Digitalisasi Pengelolaan Air melalui Building Automation System (BAS)

Pengelolaan air di kampus didukung oleh penerapan Building Automation System (BAS) yang memungkinkan pemantauan distribusi dan konsumsi air secara real-time. Sistem ini mengontrol aliran air, mendeteksi potensi kebocoran, serta merekam tren penggunaan harian per gedung.

Melalui BAS, operator dapat mengakses data dari mana saja untuk melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Sistem ini juga dirancang untuk mendukung integrasi dengan rencana pengolahan air sisa pakai, sehingga proses reuse dapat dimonitor secara otomatis dan terukur.

Digitalisasi ini memperkuat implementasi konsep smart campus sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.

WR.7 – Impact of Water Management Programs in Supporting SDGs

Kontribusi Program Pengelolaan Air terhadap Pencapaian SDGs

Seluruh inisiatif pengelolaan air di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).

Program biopori dan penghijauan mendukung SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land). Sistem daur ulang air dan fasilitas hemat air berkontribusi pada SDG 6 dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Penyediaan air minum higienis melalui water purifier mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) dan SDG 6. Sementara itu, IPAL Biotech mendukung SDG 6, SDG 14 (Life Below Water), serta SDG 15.

Secara keseluruhan, rangkaian program Water (WR.1–WR.7) menunjukkan komitmen sistematis UINSSC dalam membangun tata kelola air yang terintegrasi—mulai dari konservasi sumber daya, efisiensi penggunaan, sistem daur ulang, pengolahan limbah, hingga monitoring berbasis ICT. Implementasi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan konsumsi air dan pencegahan pencemaran, tetapi juga membangun budaya pengelolaan air yang bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Program ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya SDG 3, SDG 6, SDG 9, SDG 11, SDG 12, SDG 13, SDG 14, dan SDG 15. Dengan pendekatan yang terencana, terdokumentasi, dan termonitor secara berkelanjutan, UINSSC terus memperkuat posisinya dalam pemeringkatan UI GreenMetric sebagai kampus yang adaptif, resilien, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. []