Program 3R UINSSC: Dari Pemilahan Sampah hingga Batako Ramah Lingkungan

Program 3R UINSSC: Dari Pemilahan Sampah hingga Batako Ramah Lingkungan

Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menjalankan program 3R atau reduce, reuse, recycle untuk mengelola sampah kampus secara terpadu. Program ini merupakan bagian dari indikator 3.1 UI GreenMetric, yang menilai upaya kampus dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Secara umum, program 3R UINSSC mencakup empat pilar utama. Pilar tersebut adalah pemilahan sampah di sumbernya, pengurangan atau reduce, penggunaan kembali atau reuse, dan daur ulang atau recycle.

Pemilahan Sampah Jadi Fondasi Utama

Sebagai langkah dasar, kampus menyediakan tempat sampah terpilah untuk tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan B3 atau bahan berbahaya. Tempat sampah ini tersebar di berbagai titik strategis di lingkungan kampus.

Selain itu, sistem pemilahan ini didukung oleh Tempat Penampungan Sementara atau TPS khusus di dalam kampus. Dengan adanya TPS ini, proses pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang sampah menjadi lebih mudah dilakukan.

Reduce: Mengurangi Sampah Sejak dari Sumbernya

Program reduce difokuskan pada pengurangan produksi sampah organik dan anorganik sejak awal. Untuk sampah organik, misalnya, kampus menjalankan kampanye “Ambil Secukupnya” di kantin. Kampanye ini mendorong warga kampus mengambil makanan sesuai kebutuhan, sekaligus menyalurkan kelebihan makanan yang masih layak konsumsi kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Adapun untuk sampah anorganik, UINSSC menerapkan digitalisasi di hampir seluruh lini administrasi. Sebagai contoh, seluruh surat-menyurat kampus kini dibuat, disetujui, dan dikirim secara digital melalui sistem e-office dengan tanda tangan elektronik.

Selanjutnya, kehadiran dosen dicatat secara digital dan real-time lewat aplikasi Pusaka. Mahasiswa pun dapat mengakses registrasi mata kuliah, nilai, dan diskusi kelas secara daring melalui portal akademik digital.

Digitalisasi ini berlanjut ke berbagai layanan lain. Di antaranya adalah Learning Management System atau LMS untuk pengumpulan tugas dan presensi, aplikasi “Siber Go” untuk layanan mahasiswa, penggunaan videotron dan smart TV sebagai pengganti banner cetak, e-ujian akademik tanpa kertas, hingga digitalisasi tugas akhir melalui aplikasi ETA.

Di samping itu, kampus juga menyediakan Eco Refill Station atau fasilitas air minum gratis. Fasilitas ini mendorong warga kampus menggunakan tumbler pribadi, sehingga mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai.

Kebijakan lain yang diterapkan adalah larangan membawa kantong plastik sekali pakai ke ruangan, kelas, kantor, dan masjid. Bahkan, dalam acara-acara kampus, rangkaian bunga papan digantikan dengan tanaman hidup untuk mengurangi sampah dekorasi seperti styrofoam dan plastik yang sulit didaur ulang.

Reuse: Memberi Nilai Guna Baru pada Sampah

Berbeda dari reduce, program reuse memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna tanpa mengubahnya menjadi bahan baru. Untuk sampah organik, misalnya, daun kering yang berguguran dimanfaatkan sebagai mulsa, sementara daun, bunga, dan batang tanaman diolah menjadi produk ecoprint.

Baca Juga:  Respons Kurang dari 5 Menit, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Sistem Keamanan dan Keselamatan Kampus

Sementara itu, untuk sampah anorganik, botol plastik dan kemasan bekas yang masih layak pakai dimanfaatkan sebagai pot tanaman dan media edukasi lingkungan di taman edukatif kampus. Program ini dijalankan melalui kolaborasi mahasiswa PLP UINSSC dengan siswa SMAIT Akmala Sabila dalam mengembangkan living laboratory.

Selain itu, botol dan tutup plastik bekas juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif di Daycare UINSSC. Anak-anak diajak membuat alat peraga, permainan edukatif, dan kolase dari bahan-bahan tersebut, sekaligus mengenalkan konsep pengelolaan sampah sejak dini.

Recycle: Mengubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Pada tahap recycle, sampah diolah menjadi bahan baku atau produk baru yang memiliki nilai fungsional dan ekonomis. Untuk sampah organik, kampus menjalankan program komposting dan produksi pupuk organik menggunakan komposter dan teknik biopori, yang dilakukan bersama mahasiswa KKN di berbagai desa mitra.

Selain kompos, sampah organik seperti sisa buah dan sayur diolah menjadi eco-enzyme. Produk ini berfungsi sebagai pembersih alami, pupuk cair, dan disinfektan ramah lingkungan.

Program lain yang tak kalah kreatif adalah pengolahan minyak jelantah dan kulit jeruk menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis. Ada pula pemanfaatan limbah daun kering untuk teknik ecoprint pada kain dan totebag, pengolahan eceng gondok menjadi briket ramah lingkungan, serta budi daya maggot untuk mengonversi sampah organik menjadi pakan ternak dan kompos.

Sementara itu, untuk sampah anorganik, sampah plastik yang tidak dapat digunakan langsung diproses menggunakan mesin pencacah plastik. Hasil cacahan ini kemudian diolah lebih lanjut menjadi gantungan kunci, kerajinan tangan, dan paving block ramah lingkungan.

Menariknya, sisa cacahan plastik yang belum termanfaatkan di program internal kampus turut disalurkan ke Bank Sampah Karyamulya. Dengan demikian, sampah plastik tersebut tetap memiliki nilai ekonomis melalui jaringan industri daur ulang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat sekitar.

Komitmen Berkelanjutan Melalui Program 3R

Secara keseluruhan, program 3R UINSSC menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kampus tidak berhenti pada pemilahan semata. Melalui rangkaian program reduce, reuse, dan recycle yang saling terhubung, UINSSC berupaya mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ke depan, kolaborasi dengan mahasiswa KKN, sekolah mitra, dan masyarakat sekitar berpotensi terus memperluas jangkauan program ini. Dengan begitu, UINSSC dapat semakin memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan penilaian indikator 3.1 UI GreenMetric.

(Sumber data: Evidence UI GreenMetric Questionnaire, Indikator 3.1 3R Program for University Waste, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)