Konsumsi Listrik UINSSC 129 kWh, Efek Kebijakan WFH

Konsumsi Listrik UINSSC 129 kWh, Efek Kebijakan WFH

Cirebon, 21 Juli 2026UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mencatatkan konsumsi listrik tahunan yang relatif efisien. Pencatatan berlangsung sepanjang periode Juni 2025 hingga Mei 2026. Data kelistrikan ini telah diaudit secara institusional. Total konsumsi listrik kampus tercatat mencapai 2.226.376 kWh. Angka ini mencakup satu tahun terakhir di seluruh fasilitas kampus. Data ini menjadi bagian dari dukungan UINSSC terhadap indikator UI GreenMetric bidang Energy and Climate Change (EC.6).

Konsumsi Listrik Fluktuatif Sepanjang Tahun

Jika ditelusuri lebih rinci, konsumsi listrik bulanan kampus cukup fluktuatif. Pada Juni 2025, konsumsi listrik tercatat sebesar 202.752 kWh. Angka ini sedikit menurun pada Juli menjadi 191.242 kWh. Angka ini sempat turun cukup signifikan pada Agustus dan September. Konsumsi masing-masing tercatat sebesar 163.367 kWh dan 171.575 kWh.

Memasuki Oktober hingga November 2025, konsumsi listrik justru melonjak. Konsumsi mencapai titik tertinggi sepanjang tahun. Angka tercatat 218.894 kWh pada Oktober. Angka tercatat 225.212 kWh pada November. Setelah itu, angka konsumsi kembali menurun secara bertahap. Titik terendah tercatat pada Februari 2026. Konsumsi saat itu hanya 142.033 kWh. Konsumsi listrik kembali meningkat pada Mei 2026. Angka tersebut mencapai 222.031 kWh. Perbedaan pola ini kemungkinan dipengaruhi intensitas kegiatan akademik. Perbedaan ini juga dipengaruhi kalender perkuliahan. Operasional kampus setiap bulan turut memengaruhi pola ini.

Konsumsi per Kapita Capai 129,29 kWh

Selama periode tersebut, UINSSC memiliki total 16.636 mahasiswa, baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu, serta 584 tenaga akademik dan kependidikan. Dengan demikian, total populasi kampus mencapai 17.220 orang. Jika total konsumsi listrik tahunan dibagi dengan jumlah populasi tersebut, maka konsumsi listrik per kapita di UINSSC tercatat sebesar 129,29 kWh per tahun.

Baca Juga:  Sampah Anorganik UINSSC Turun jadi 16,66 Ton, Plastik Masih Jadi Kontributor Terbesar

Angka ini tergolong relatif rendah dibandingkan dengan skala operasional kampus yang cukup besar. Oleh karena itu, capaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kampus dalam meningkatkan efisiensi energi melalui berbagai kebijakan institusional dan praktik operasional sehari-hari.

Kebijakan WFH Setiap Jumat Dorong Efisiensi Energi

Salah satu langkah strategis yang diterapkan UINSSC adalah SK Rektor Nomor B-2782/Un.30/R/HM.01/05/2026. Melalui kebijakan ini, kampus menerapkan sistem kerja fleksibel (Work From Home) setiap hari Jumat bagi tenaga administratif. Dengan demikian, kebutuhan listrik untuk operasional gedung pada hari tersebut dapat berkurang secara signifikan, mulai dari penggunaan lampu, pendingin ruangan, hingga perangkat elektronik lainnya.

Kebijakan ini juga dilengkapi dengan berbagai mekanisme pendukung, seperti koordinasi kerja secara daring, optimalisasi pengelolaan fasilitas kampus, serta praktik hemat listrik di seluruh unit operasional. Dengan begitu, penggunaan sumber daya energi menjadi lebih efisien tanpa mengganggu kelancaran dan produktivitas kerja tenaga administratif.

Wujud Komitmen Kampus dalam Tata Kelola Energi Berkelanjutan

Secara keseluruhan, capaian efisiensi listrik ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan digitalisasi tata kelola dan konservasi energi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah berjalan efektif. Melalui kombinasi kebijakan kerja fleksibel, optimalisasi fasilitas, dan praktik hemat energi di seluruh operasional kampus, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Langkah ini sekaligus mendorong tercapainya tujuan keberlanjutan jangka panjang institusi, sejalan dengan visi UINSSC sebagai Digital Islamic University yang ramah lingkungan.