UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Daur Ulang 58,96% Air Limbah Lewat Fasilitas IPAL

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Daur Ulang 58,96% Air Limbah Lewat Fasilitas IPAL

Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus berkomitmen mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kampus menghadirkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilengkapi sistem daur ulang air. Sistem ini bekerja mengumpulkan, mengolah, dan mendistribusikan kembali air limbah untuk berbagai kebutuhan non-konsumsi di lingkungan kampus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya UINSSC mendukung indikator UI GreenMetric bidang Water (WR.3) mengenai implementasi program daur ulang air.

Cara Kerja IPAL, dari Penampungan hingga Filtrasi Ganda

IPAL UINSSC terdiri atas tangki ekualisasi air limbah berkapasitas 50 m³. Selanjutnya, air limbah melewati proses sedimentasi dan filtrasi ganda menggunakan saringan pasir dan karbon aktif. Setelah diolah, air bersih disimpan dalam tangki berkapasitas 10 m³ yang dilengkapi sistem kontrol level otomatis. Dengan begitu, pasokan air daur ulang dapat terus terisi sesuai kebutuhan sepanjang hari. Konfigurasi ini memungkinkan proses pengolahan dan pemanfaatan air limbah berjalan secara berkelanjutan, bahkan melebihi kapasitas statis tangki penyimpanan itu sendiri.

Saat ini, sistem terpadu ini beroperasi di Gedung Cyber. Sistem ini didukung jaringan perpipaan khusus yang mengumpulkan air limbah dari fasilitas wudu dan kamar mandi. Selain menghilangkan partikel tersuspensi, proses filtrasi ganda ini juga mengurangi kekeruhan air sekaligus menghilangkan bau tidak sedap dan berbagai zat pengotor lainnya. Setelah melalui seluruh tahap pengolahan, air daur ulang kemudian dipompa melalui sistem distribusi dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan non-konsumsi. Beberapa di antaranya adalah penyiraman tanaman, pembersihan toilet, dan perawatan taman kampus. Sebagai catatan, air hasil daur ulang ini tidak diperuntukkan untuk keperluan minum atau konsumsi lainnya, sehingga pemanfaatannya tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pengguna.

Rincian Kebutuhan Air Non-Konsumsi di Gedung Cyber

Berdasarkan data infrastruktur sanitasi, terdapat beberapa fasilitas yang terhubung dengan sistem daur ulang ini. Toilet sebanyak 40 unit dengan rata-rata 10 kali penggunaan per unit setiap hari membutuhkan sekitar 1.400 liter air. Sementara itu, 16 unit urinoir dengan rata-rata 15 kali penggunaan per unit memerlukan 240 liter air per hari. Selain itu, penyiraman tanaman seluas 800 m² membutuhkan 2.400 liter air, sedangkan pencucian kendaraan pada 4 unit area memerlukan 200 liter air. Jika dijumlahkan, total kebutuhan air non-konsumsi di Gedung Cyber mencapai 4.240 liter per hari.

Baca Juga:  Sampah Anorganik UINSSC Turun jadi 16,66 Ton, Plastik Masih Jadi Kontributor Terbesar

Capaian Daur Ulang Air Tembus 58,96%

Tangki air bersih IPAL memiliki kapasitas 10.000 liter. Meski begitu, tidak seluruh kapasitas tersebut terpakai setiap hari. Karena data operasional harian belum tersedia secara lengkap, digunakan pendekatan yang lebih realistis dengan asumsi tingkat pemanfaatan sebesar 25%. Dengan asumsi tersebut, volume air daur ulang yang tersedia setiap hari mencapai 2.500 liter.

Selanjutnya, persentase air daur ulang dihitung dengan membagi volume air daur ulang terhadap total kebutuhan air non-konsumsi, kemudian dikalikan 100%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sekitar 58,96% kebutuhan air non-konsumsi di Gedung Cyber telah berhasil terpenuhi melalui sistem daur ulang IPAL setiap harinya.

Wujud Nyata Efisiensi dan Keberlanjutan Sumber Daya Air

Melalui keberadaan IPAL ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengelola sumber daya air secara efisien dan berkelanjutan. Dengan mendaur ulang air limbah untuk keperluan non-konsumsi, kampus tidak hanya mengurangi ketergantungan pada air bersih dari sumber utama, tetapi juga turut menekan volume air limbah yang dibuang ke lingkungan. Ke depan, sistem serupa berpotensi dikembangkan pada gedung-gedung lain di lingkungan kampus, sehingga cakupan dan manfaat program daur ulang air ini dapat terus meluas.