Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Cirebon, 21 Juli 2026— UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus mengembangkan konsep bangunan cerdas (smart building). Konsep ini diterapkan di berbagai fasilitas kampus. Oleh karena itu, kampus mengintegrasikan sistem otomatisasi, keamanan, efisiensi energi, hingga pencahayaan pintar. Sistem ini diterapkan pada delapan gedung utama. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan UINSSC terhadap indikator UI GreenMetric bidang Energy and Climate Change (EC.2).
Penerapan smart building di UINSSC mencakup enam aspek utama. Aspek tersebut meliputi otomatisasi, keamanan, dan efisiensi energi. Selain itu, aspek lainnya adalah pengelolaan air, kenyamanan ruangan, serta pencahayaan. Setiap gedung diwajibkan memenuhi minimal lima dari kriteria tersebut. Dengan begitu, gedung dapat dikategorikan sebagai smart building.
Sebagai gedung dengan penerapan paling lengkap, Gedung Siber berperan sebagai pusat teknologi dan data kampus. Gedung ini dilengkapi Building Management System (BMS) terintegrasi. Sistem ini digunakan untuk pemantauan infrastruktur teknologi informasi secara terpusat. Selain itu, sistem keamanan gedung ini didukung jaringan CCTV. Gedung ini juga dilengkapi Fire Alarm System otomatis. Sementara itu, area pantry dilengkapi detektor gas karbon monoksida. Detektor ini dapat menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis.
Dari sisi energi, Gedung Siber menerapkan Energy Monitoring System digital. Sistem ini memantau beban listrik secara real-time. Sistem ini juga memantau produksi daya dari panel surya atap. Selain itu, seluruh sistem HVAC dilengkapi kontrol efisiensi energi otomatis. Sementara itu, distribusi perpipaan air telah dirancang sejak tahap arsitektur awal. Desain ini mendukung efisiensi aliran air. Gedung ini juga memaksimalkan pencahayaan alami. Pencahayaan ini didukung desain jendela lebar dan lampu LED berdaya rendah.
Selain Gedung Siber, tujuh gedung lainnya juga menerapkan berbagai fitur cerdas sesuai kebutuhan operasionalnya. Gedung FITK, misalnya, menggunakan sistem Smart Access Card untuk mengaktifkan fasilitas ruang kelas secara otomatis, dilengkapi kontrol AC otomatis berbasis kartu serta pencahayaan alami melalui skylight kaca.
Sementara itu, Gedung Rektorat mengintegrasikan sistem keamanan kebakaran otomatis dan jaringan CCTV untuk pemantauan real-time, dipadukan dengan sistem pendingin ruangan hemat energi. Gedung FUA menerapkan relay pemutus daya otomatis untuk mencegah pemborosan listrik di ruang kelas kosong, sedangkan Gedung FEBI mengintegrasikan modul pemantauan energi cerdas serta pengukur aliran air terstruktur.
Di sisi lain, Gedung FDKI dan Fakultas Syariah lebih menitikberatkan pada konservasi sumber daya melalui sistem keamanan otomatis dan kontrol iklim ruangan berbasis sensor. Adapun Gedung Pascasarjana menerapkan sistem energi otomatis pada unit pendingin inverter, dilengkapi layar interaktif pintar dan lampu LED hemat energi untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Berdasarkan data yang ada, total luas bangunan yang telah menerapkan konsep smart building mencapai 27.225 m². Jika dibandingkan dengan total luas seluruh bangunan kampus sebesar 31.352 m², maka persentase penerapan smart building di UINSSC mencapai 86,84%.
Sebagai pelengkap sistem smart building, UINSSC turut menghadirkan berbagai fasilitas pendukung. Beberapa di antaranya adalah sistem Face ID untuk akses gedung, pemantauan keamanan secara real-time, hingga penggunaan Smart Television di ruang-ruang pertemuan. Selain itu, sistem pemantauan air di Gedung Cyber juga memungkinkan pengelolaan distribusi air secara lebih terukur dan efisien.

Dari sisi desain arsitektur, sejumlah gedung turut memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami melalui atap kaca serta ventilasi bangunan yang dirancang khusus, sehingga kebutuhan energi untuk pencahayaan dan pendinginan ruangan dapat ditekan secara signifikan.
Melalui penerapan smart building di delapan gedung utama ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Ke depan, capaian 86,84% ini diharapkan dapat terus ditingkatkan seiring dengan pengembangan infrastruktur kampus yang lebih modern dan efisien.