Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menerapkan strategi ganda: digitalisasi menyeluruh dan pemanfaatan energi terbarukan

Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menerapkan strategi ganda: digitalisasi menyeluruh dan pemanfaatan energi terbarukan

Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menerapkan strategi ganda: digitalisasi menyeluruh dan pemanfaatan energi terbarukan

Oleh : A. Fahmi Latief Putra

Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menerapkan strategi ganda: digitalisasi menyeluruh dan pemanfaatan energi terbarukan

GreenMetric.uinssc.ac.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis siber pertama di Indonesia dengan menerapkan strategi ganda: digitalisasi menyeluruh dan pemanfaatan energi terbarukan. Strategi ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan konsep Green Smart Campus yang efisien, aman, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Digitalisasi sebagai Strategi Konservasi Energi

Sebagai universitas berbasis siber, UINSSC menjadikan digitalisasi sebagai strategi inti dalam mengurangi konsumsi energi fisik. Sistem akademik, administrasi kampus, layanan mahasiswa, dan manajemen dokumen sepenuhnya dilakukan secara daring. Hal ini melalui penggunaan Learning Management System (LMS), e-office, SIAKAD digital, dan berbagai platform internal. Transformasi ini memiliki dampak signifikan pada konservasi energi, karena mengurangi kebutuhan energi untuk ruang kelas fisik, pendingin ruangan konvensional, pencahayaan, serta meminimalisir mobilitas fisik dosen dan mahasiswa.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, menyatakan, “Transformasi digital UINSSC bukan hanya tentang modernisasi pendidikan, tetapi juga merupakan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim. Dengan memindahkan sebagian besar operasional ke platform daring, kita secara langsung mengurangi jejak karbon kampus dan memenuhi komitmen pada Sustainable Development Goals (SDGs).”

Infrastruktur Gedung Siber Menerapkan Teknologi Hijau

Infrastruktur Gedung Siber Menerapkan Teknologi Hijau

Gedung Siber UIN Syekh Nurjati Cirebon dirancang secara khusus untuk menjadi perwujudan konsep kampus digital yang efisien energi dan ramah lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, gedung ini memanfaatkan panel surya (solar cells) sebagai sumber energi terbarukan. Panel surya digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik, termasuk penerangan, sehingga mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Baca Juga:  UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jalankan Program Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca melalui Inisiatif Kampus Berkelanjutan

Selain itu, pengelolaan energi diperkuat dengan penggunaan perangkat elektronik berdaya rendah, seperti Smart Television untuk komunikasi, presentasi, dan kegiatan akademik. Konektivitas digital juga dioptimalkan melalui sistem Wi-Fi yang otomatis terhubung tanpa memerlukan kata sandi, mendukung interaksi digital yang mulus dan efisien dalam penggunaan waktu.

Keamanan dan Kesiapsiagaan Kampus Terintegrasi

Aspek keamanan dan keselamatan juga menjadi prioritas utama. Gedung Siber dilengkapi dengan sistem keamanan multi-level. Akses pintu dikontrol menggunakan Face ID dan sistem kontrol lift, memastikan hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses fasilitas.

Untuk memastikan keselamatan komprehensif dan kesiapsiagaan darurat, kampus dilengkapi dengan sistem alarm kebakaran (fire alarm system) dan titik pasokan air atau media pemadam kebakaran (water supply points/hydrant).

Keamanan dan Kesiapsiagaan Kampus Terintegrasi

Secara keseluruhan, implementasi teknologi canggih ini memastikan UINSSC selaras dengan empat target SDGs kunci:

  1. SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): Melalui pemanfaatan energi terbarukan dan efisiensi konsumsi.
  2. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Melalui penerapan inovasi digital dalam manajemen bangunan.
  3. SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan): Dengan menyediakan infrastruktur yang aman, inklusif, dan berketahanan.
  4. SDG 13 (Aksi Iklim): Dengan mempromosikan keberlanjutan dan mengurangi jejak lingkungan kampus.