Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Cirebon 21 Juli 2026— Sampah B3 UINSSC (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) berhasil dikelola sebagian melalui berbagai metode pengolahan dan pemulihan sumber daya sepanjang 2026. Data ini menjadi bagian dari pemenuhan indikator 3.15 UI GreenMetric. Indikator ini mengukur total volume sampah B3 yang diolah kampus pada tahun berjalan.
Dari total 0,7260 ton limbah B3 yang dihasilkan pada 2026, sebanyak 0,2759 ton atau sekitar 38 persen berhasil diolah lewat praktik reuse, downcycling, dan upcycling. Selain itu, kampus juga menekan timbulan limbah di sumbernya sebesar 0,0774 ton lewat penggunaan bahan kimia laboratorium yang lebih efisien.
Sebanyak 0,1815 ton limbah B3 diolah melalui downcycling, menjadikannya metode pengolahan terbesar yang diterapkan kampus. Proses ini mencakup netralisasi limbah asam-basa dan pengendapan limbah berlogam berat menggunakan tawas atau feri klorida (FeCl₃). Selain itu, proses ini juga mencakup penghancuran dan sterilisasi limbah mikrobiologi.
Sementara itu, 0,0363 ton limbah B3 dikelola lewat reuse. Praktik ini melibatkan material dan komponen peralatan laboratorium yang masih layak dipakai kembali. Dengan begitu, pemanfaatan sumber daya lebih optimal sekaligus menekan volume limbah yang perlu diolah lebih lanjut.
Sebanyak 0,0581 ton limbah B3 dikelola lewat upcycling. Metode ini terutama melibatkan limbah elektronik dan limbah operasional, seperti baterai bekas serta kartrid toner yang masih berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut.
Lewat pendekatan ini, material yang masih bernilai dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya. Langkah ini pun meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular di kampus.
Limbah kimia laboratorium menjadi porsi terbesar dari limbah B3 yang diolah. Sebanyak 0,0100 ton dikelola lewat reuse, sementara 0,1275 ton diolah lewat downcycling.
Adapun limbah elektronik diolah lewat tiga metode sekaligus, yaitu reuse (0,0018 ton), downcycling (0,0090 ton), dan upcycling (0,0029 ton). Sementara itu, limbah biokimia diolah lewat downcycling (0,0180 ton), setelah lebih dulu dihancurkan menggunakan autoklaf pada suhu 121°C dengan tekanan 15 psi selama 15 menit.
Selain itu, limbah B3 lain seperti baterai bekas, kartrid toner, dan sisa cat dikelola lewat reuse (0,0054 ton), downcycling (0,0270 ton), dan upcycling (0,0250 ton). Adapun limbah yang tidak dapat dimanfaatkan atau diolah lebih lanjut di kampus diserahkan ke Bank Sampah Berkasih, Desa Karyamulya.
Seluruh kegiatan pengelolaan limbah ini dijalankan sesuai SOP Pengelolaan Limbah Laboratorium yang berlaku di UINSSC. Setelah praktikum selesai, limbah dipilah berdasarkan jenis dan karakteristiknya. Selanjutnya, limbah ditempatkan pada wadah khusus, bukan dibuang langsung ke saluran pembuangan.
Limbah kimia berbahaya dinetralkan untuk jenis asam-basa. Sementara itu, limbah berlogam berat diendapkan menggunakan tawas atau feri klorida. Adapun limbah mikrobiologi dihancurkan lewat autoklaf sebelum dipindahkan ke area pengumpulan limbah.
Keberhasilan pengelolaan Sampah B3 UINSSC pada 2026 ini menunjukkan komitmen kampus dalam menerapkan sistem pengelolaan limbah yang efektif, aman, dan berkelanjutan. Upaya ini turut mendukung capaian indikator Waste (WS) UI GreenMetric serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.