Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Cirebon 21 Juli 2026— UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong lahirnya inovasi ramah lingkungan melalui riset dan karya mahasiswa. Riset tersebut berfokus pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Sepanjang periode terakhir, kampus ini mencatat tujuh program inovatif dari sivitas akademika. Ketujuh program itu mencakup produk tisu ramah lingkungan hingga sistem pertanian tanpa genangan air.
Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap indikator UI GreenMetric bidang Energy and Climate Change (EC.9).
Inovasi pertama datang dari tiga mahasiswi Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Ketiganya berhasil mengembangkan produk tisu ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah organik non-kayu sebagai bahan alternatif.
Karya ini bahkan meraih penghargaan nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN/S. Selain itu, inovasi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan produksi tisu terhadap selulosa kayu hutan.
Dengan begitu, laju deforestasi global dapat ditekan sekaligus menjaga kapasitas penyerapan karbon alami bumi.
Sebagai langkah adaptif menghadapi risiko bencana hidrometeorologi, Tim N2M Tadris Biologi mengembangkan sistem rekayasa pengelolaan air. Sistem tersebut memanfaatkan optimalisasi teknologi biopori terstruktur.
Proyek ini berhasil menembus 50 besar nasional dalam ajang bergengsi Innovillage. Selanjutnya, proyek ini diimplementasikan penuh melalui pendampingan teknis bersama para ahli lingkungan.
Adapun inovasi infrastruktur mikro ini berperan meningkatkan laju resapan air hujan ke dalam tanah. Dengan demikian, risiko banjir lokal akibat perubahan iklim dapat dimitigasi, sekaligus menjaga stabilitas cadangan air tanah secara berkelanjutan.
Menekan penumpukan sampah organik dan emisi gas rumah kaca di lingkungan perkotaan menjadi perhatian berikutnya. Program Studi Tadris Biologi FITK turut merintis pengembangan inovasi biokimia ramah lingkungan bernama Eco-Enzyme.
Proyek riset terapan ini dipublikasikan secara luas melalui pameran kewirausahaan bertajuk Lumen Expo: Light Up Minds and Entrepreneurs Network. Formula tersebut memanfaatkan fermentasi mandiri dari kulit buah dan sisa sayuran rumah tangga.
Hasilnya adalah cairan multifungsi yang efektif sebagai bahan sanitasi ramah lingkungan sekaligus pupuk organik. Dengan demikian, pelepasan gas metana (CH4) dari penguraian sampah terbuka dapat ditekan secara signifikan.
Menghadapi tantangan krisis iklim global, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut melakukan reformasi akademik. Reformasi ini mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam sistem kurikulum pendidikan.
Langkah ini secara resmi disampaikan Rektor dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Islam. Pendekatan kurikulum tersebut menghubungkan nilai moral keagamaan tentang konsep khalifah, yaitu pengelola alam semesta, dengan aksi nyata konservasi alam.
Selanjutnya, pendekatan ini dipadukan dengan pengembangan modul adaptasi bencana lokal guna menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini.
Sebagai implementasi nyata dari mata kuliah Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut, mahasiswa Tadris Biologi mengembangkan program pengabdian masyarakat. Program ini berbasis pemecahan masalah ekologis di kawasan pesisir Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
Program aksi ini memadukan restorasi fisik melalui bersih-bersih pantai secara masif. Selain itu, program ini juga menghadirkan pemberdayaan sosial lewat bakti sosial.
Tak hanya itu, sosialisasi terarah turut disampaikan mengenai bahaya pencemaran lingkungan pesisir. Melalui pendekatan tersebut, kesadaran kolektif masyarakat pesisir dalam mengurangi akumulasi sampah dan menghentikan kerusakan habitat laut diharapkan terus tumbuh.
Krisis pangan akibat kekeringan dan perubahan iklim ekstrem mendorong tim riset kampus mencari terobosan baru. Terobosan itu berhasil meraih hibah penelitian bergengsi tahun 2026 dari Kementerian Agama RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Proyek ini mengintegrasikan rekonstruksi metode pertanian purba yang hemat air dengan teknologi cyber modern atau smart farming. Alhasil, lahan marginal dapat diubah menjadi lumbung pangan produktif yang tidak lagi bergantung pada pasokan air dalam skala besar.
Di samping itu, emisi karbon dari pembukaan lahan pertanian konvensional turut ditekan.
Komitmen menghadirkan riset dengan dampak langsung terhadap mitigasi krisis lingkungan juga tampak dari program MoRA The AIR Fund. Melalui program tersebut, tim riset berhasil mengembangkan model pertanian organik berbasis lahan kering.
Terobosan ini berfokus pada budidaya padi gogo, yaitu padi Pancasona, tanpa sistem irigasi intensif dan tanpa penggunaan pupuk kimia. Metode ini mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik olahan serta teknologi mikroorganisme lokal (MoL) sebagai nutrisi media tanam.
Dengan begitu, emisi gas metana (CH4) dari lahan basah konvensional dapat ditekan lebih jauh.
Secara keseluruhan, ketujuh inovasi ini mencerminkan ekosistem riset hijau yang terus dikembangkan untuk mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ekosistem ini mencakup inovasi pertanian rendah karbon, konservasi ekosistem daratan lewat pengurangan sampah, serta pengembangan kurikulum.
Tak hanya itu, ekosistem ini juga mencakup rekayasa lingkungan terapan berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir dan perkotaan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDGs yang dimaksud meliputi SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, hingga SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Capaian ini sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa dan dosen dalam menjawab tantangan krisis lingkungan secara nyata.