UINSSC Kelola Sampah Anorganik dari Tong Terpilah hingga Paving Block Ramah Lingkungan

UINSSC Kelola Sampah Anorganik dari Tong Terpilah hingga Paving Block Ramah Lingkungan

Cirebon, 21 Juli 2026 — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menerapkan pengelolaan sampah anorganik secara terpadu. Sistem ini mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali sampah plastik dan material anorganik lainnya.

Program tersebut menjadi bagian dari pemenuhan indikator UI GreenMetric 3.12 (Inorganic Waste Treatment/WS.4) yang menilai sistem pengolahan sampah anorganik di kampus.

Selain itu, program ini melibatkan sivitas akademika, petugas kebersihan, UKM EcoMove, Bank Sampah Karyamulya, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang berkelanjutan.

Pengelolaan Sampah Anorganik Dimulai dari Pemilahan

Sebagai langkah awal, kampus menyediakan tong sampah terpilah untuk plastik, kertas, botol dan gelas, serta jenis sampah daur ulang lainnya. Tong-tong tersebut ditempatkan di area yang mudah dijangkau mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu kampus.

Selain itu, kampus menyediakan wadah khusus untuk botol dan gelas plastik. Setiap tong dilengkapi label dan kode warna sesuai kategorinya.

Dengan demikian, pengguna dapat memilah sampah sejak awal. Langkah ini membantu meningkatkan kualitas material daur ulang dan mempermudah proses pengumpulan sebelum sampah dikirim ke fasilitas pengelolaan atau mitra daur ulang.

Pemantauan Digital dan Edukasi Lingkungan

Sampah yang telah dipilah dikumpulkan oleh petugas kebersihan dan diangkut ke Fasilitas Pengelolaan Sampah di area Gedung Syber. Proses ini dibantu mahasiswa relawan dan anggota UKM EcoMove.

Selanjutnya, tim melakukan pemantauan pemilahan, edukasi lingkungan, dan pencatatan data timbulan sampah. Untuk mendukung proses tersebut, UINSSC menggunakan aplikasi pengelolaan sampah digital.

Aplikasi ini memungkinkan data volume sampah terdokumentasi secara sistematis. Selain itu, aplikasi tersebut menjadi media kampanye edukasi tentang pengurangan dan pemilahan sampah plastik.

Baca Juga:  Kolaborasi Internasional Perkuat Program Keberlanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Plastik Diolah Menjadi Media Edukasi dan Paving Block

Di fasilitas pengelolaan, sampah plastik disortir berdasarkan jenis, ukuran, warna, dan potensi pemanfaatannya. Sebagian plastik yang masih layak digunakan langsung dimanfaatkan kembali tanpa proses tambahan.

Misalnya, botol dan kemasan bekas diubah menjadi pot tanaman dan elemen dekoratif di Living Laboratory hasil kolaborasi mahasiswa PLP UINSSC dan siswa SMAIT Akmala Sabila. Sementara itu, di Daycare UINSSC, botol dan tutup plastik dimanfaatkan sebagai media belajar kreatif melalui kegiatan kolase dan pembuatan ecobrick.

Plastik yang tidak dapat digunakan langsung diproses menggunakan mesin pencacah. Hasil cacahan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan mahasiswa, seperti gantungan kunci, serta bahan baku paving block ramah lingkungan.

Program paving block dijalankan bersama masyarakat di Balai Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Mahasiswa dan warga terlibat dalam proses pengolahan hingga pencetakan material alternatif tersebut.

Kemitraan Bank Sampah Perkuat Ekonomi Sirkular

Sebagian plastik cacahan yang tidak digunakan untuk program internal kampus didistribusikan ke Bank Sampah Karyamulya. Melalui kemitraan ini, bank sampah memberikan pendampingan teknis dan menyalurkan material ke pengepul serta industri daur ulang.

Dengan demikian, kolaborasi antara kampus dan masyarakat membantu memperkuat praktik ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.

Secara keseluruhan, rangkaian program mulai dari pemilahan di sumber, pemantauan digital, pemanfaatan kembali, hingga kemitraan dengan bank sampah menunjukkan komitmen UINSSC dalam membangun pengelolaan sampah anorganik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.