Green Building UINSSC Penuhi Enam Elemen GBI di Seluruh Gedung Kampus

Cirebon, 21 Juli 2026Green building UINSSC terus diperkuat di seluruh fasilitas kampus. Berdasarkan pemetaan menyeluruh, penerapan bangunan hijau telah mencakup enam elemen Green Building Index (GBI) Non-Residential Existing Building. Elemen tersebut meliputi efisiensi energi, kualitas lingkungan dalam ruangan, perencanaan tapak berkelanjutan, material dan sumber daya, efisiensi air, serta inovasi.

Langkah ini mendukung indikator UI GreenMetric bidang Energy and Climate Change (EC.6) tentang penerapan elemen green building pada bangunan kampus.

Efisiensi Energi Menjadi Fokus Utama

UINSSC menerapkan berbagai program efisiensi energi di seluruh gedung. Kampus menggunakan lampu LED sebagai pencahayaan utama dan memanfaatkan Smart TV yang lebih hemat energi dibandingkan proyektor konvensional.

Selain itu, desain bangunan memaksimalkan pencahayaan alami. Dengan cara ini, kebutuhan listrik untuk penerangan dapat dikurangi pada jam operasional utama.

Kampus juga memasang poster dan stiker edukasi hemat energi di ruang kelas dan area gedung lainnya. Kampanye ini bertujuan membangun kebiasaan hemat energi di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Kualitas Lingkungan dan Tata Ruang yang Berkelanjutan

Sebagai bagian dari green building UINSSC, kualitas lingkungan dalam ruangan menjadi perhatian penting. Gedung Cyber dan Gedung SBSN FITK memiliki jendela besar, bukaan udara, dan koridor terang yang mendukung ventilasi serta pencahayaan alami.

Desain tersebut membantu sirkulasi udara berjalan lebih optimal tanpa terlalu bergantung pada pendingin ruangan. Kampus juga menyediakan gazebo dan ruang terbuka bersama sebagai alternatif ruang belajar yang lebih nyaman dan alami.

Dari sisi tata ruang, Kebijakan Green Campus mengatur penempatan tanaman hijau di setiap gedung. Selain itu, ruang terbuka hijau tersedia di berbagai titik strategis kampus untuk mendukung interaksi sosial dan kegiatan akademik informal.

Baca Juga:  Satu Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hasilkan Hampir Empat Publikasi Ilmiah dalam Setahun

Pengelolaan Sumber Daya dan Efisiensi Air

Pada aspek material dan sumber daya, kampus menerapkan sistem rotasi pengumpulan sampah. Sistem ini mencakup pewadahan, pengumpulan, dan pemilahan sampah organik, anorganik, serta limbah B3.

Sementara itu, Gedung Cyber telah menerapkan sistem daur ulang air dengan kapasitas tangki 12 m³. Air bekas dari fasilitas wudu dan kamar mandi diolah kembali untuk penyiraman taman, perawatan lanskap, dan pencucian kendaraan.

Melalui sistem tersebut, penggunaan air bersih dari sumber utama dapat ditekan secara signifikan. Kampus juga memasang stiker edukasi hemat air di seluruh toilet gedung untuk mendorong perilaku penggunaan air yang lebih bijak.

Inovasi Mendukung Green Building UINSSC

Elemen terakhir adalah inovasi. UINSSC mengintegrasikan kebijakan hemat energi, penggunaan Smart TV untuk pembelajaran yang lebih efisien, serta sistem kerja dan layanan digital.

Integrasi ini menunjukkan bahwa green building UINSSC tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga mencakup digitalisasi tata kelola kampus yang lebih ramah lingkungan.

Penerapan Telah Melampaui Standar Minimal GBI

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa seluruh gedung kampus telah menerapkan enam elemen GBI Non-Residential Existing Building. Dengan capaian tersebut, UINSSC telah melampaui standar minimal tiga elemen green building yang dipersyaratkan dalam penilaian.

Melalui penerapan keenam elemen tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mewujudkan bangunan kampus yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Transformasi menuju kampus hijau kini tidak lagi sebatas wacana, tetapi telah terintegrasi dalam pengelolaan seluruh fasilitas institusional.