Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Cirebon 22 Juli 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperlihatkan konsistensi komitmennya dalam mewujudkan tata kelola kampus berkelanjutan. Konsistensi ini terlihat dari pengalokasian anggaran yang secara sistematis mendukung berbagai program keberlanjutan. Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Selain itu, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pemenuhan indikator UI GreenMetric World University Rankings. Indikator tersebut khususnya terkait dimensi Governance and Digitalization mengenai alokasi anggaran bagi upaya keberlanjutan institusi.
Berdasarkan data periode 2023–2025, tercatat rata-rata 22,44% dari total anggaran universitas dialokasikan untuk pembiayaan program keberlanjutan. Komitmen tersebut terefleksikan melalui rata-rata anggaran keberlanjutan senilai USD 2.633.640,87. Adapun rata-rata total anggaran universitas pada periode yang sama mencapai USD 11.736.097,33. Dengan demikian, angka ini mengindikasikan bahwa aspek keberlanjutan telah terintegrasi secara substansial ke dalam struktur perencanaan anggaran institusi. Aspek keberlanjutan pun bukan sekadar menjadi program tambahan yang bersifat insidental.
Alokasi anggaran keberlanjutan didistribusikan secara proporsional dan terencana. Distribusi ini diarahkan untuk mendukung berbagai sektor strategis. Sektor tersebut antara lain peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah dan daur ulang, serta konservasi sumber daya air. Selain itu, anggaran juga diarahkan pada penyediaan moda transportasi berkelanjutan, pengadaan barang dan jasa berwawasan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur gedung hijau. Di samping itu, alokasi turut mencakup pengelolaan jejak karbon, pemeliharaan fasilitas berkelanjutan, serta pelaksanaan pelatihan dan penguatan keterlibatan sivitas akademika dalam isu keberlanjutan.
Dari keseluruhan komponen anggaran tersebut, porsi terbesar diarahkan pada pelatihan dan pemberdayaan kapasitas sivitas akademika, yakni sebesar 55,45%. Selanjutnya, porsi terbesar kedua diarahkan pada pemeliharaan fasilitas berkelanjutan sebesar 27,19%. Komposisi ini secara empiris menunjukkan bahwa penguatan budaya keberlanjutan menjadi orientasi utama kebijakan institusi. Dengan kata lain, keberlanjutan tidak hanya bersifat teknis-infrastruktural, tetapi juga bergantung pada transformasi pola pikir dan perilaku sivitas akademika.
Implementasi kebijakan anggaran keberlanjutan diwujudkan melalui sejumlah program konkret di lingkungan kampus. Pada sektor fasilitas, universitas secara konsisten menyelenggarakan dukungan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Selain itu, universitas juga menyediakan layanan kesehatan mahasiswa, jaminan asuransi kesehatan, dan bantuan sosial mahasiswa. Universitas turut menerapkan penggunaan energi yang memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Rangkaian program tersebut tidak semata berorientasi pada peningkatan kualitas layanan akademik. Program ini juga berkontribusi terhadap terciptanya ekosistem kampus yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya ini sejalan dengan prinsip triple bottom line dalam pembangunan berkelanjutan, yang mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Komitmen keberlanjutan institusi turut diperkuat melalui investasi strategis pada pengembangan sumber daya manusia. Secara berkelanjutan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meningkatkan dukungan terhadap tenaga kependidikan dan dosen. Tenaga kependidikan dan dosen tersebut berperan aktif dalam perumusan dan pengembangan program keberlanjutan.
Pendanaan tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan pemeliharaan kebersihan kampus. Selain itu, pendanaan juga mendukung pengembangan aktivitas pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, tercipta sinergi antara pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan pencapaian target keberlanjutan institusi.
Pada aspek infrastruktur, universitas mengalokasikan anggaran untuk pemasangan perangkat penghemat air (flow reducer). Selain itu, anggaran juga digunakan untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau, kegiatan penanaman pohon, dan pengelolaan kebun botani kampus. Universitas turut mengalokasikan anggaran bagi pengelolaan limbah khusus dan limbah laboratorium secara terstandar.
Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian integral dari upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau. Dengan demikian, kampus menjadi lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya sekaligus berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain pengembangan fasilitas fisik, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut memperkuat kontribusi keilmuannya. Kontribusi ini diwujudkan melalui pendanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada isu keberlanjutan.
Pada tahun 2025, nilai pendanaan untuk penelitian keberlanjutan tercatat mencapai titik tertinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Selain itu, pendanaan tersebut juga disertai dengan penguatan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini mengusung tema pembangunan berkelanjutan sebagai basis intervensi sosialnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran kolektif sivitas akademika, universitas secara rutin turut mendukung penyelenggaraan kegiatan institusional. Salah satu contohnya adalah Alma Mater Fest (Siber Fest/Dies Natalis). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai media edukasi dan kampanye penguatan budaya keberlanjutan di lingkungan kampus.
Melalui pengelolaan anggaran yang terencana secara sistematis, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul. Keunggulan ini tercermin tidak hanya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas juga berkomitmen mewujudkan tata kelola kampus yang bertanggung jawab terhadap dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya tersebut diproyeksikan dapat mendukung terwujudnya kampus hijau yang inovatif. Upaya ini pun diharapkan memberikan kontribusi nyata dan terukur bagi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, baik pada tataran nasional maupun global.