Filtrasi Berlapis, Air Berkualitas: Upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jaga Ketersediaan Air Bersih

Filtrasi Berlapis, Air Berkualitas: Upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jaga Ketersediaan Air Bersih

Cirebon 22 Juli 2026 — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) terus memastikan ketersediaan air terolah UINSSC. Air ini harus bersih dan aman bagi seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, kampus menerapkan berbagai sistem pengolahan air. Sistem ini mencakup air PDAM, air tanah terfilter, hingga air minum siap konsumsi. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan UINSSC terhadap indikator UI GreenMetric bidang Water (WR.5) mengenai konsumsi air terolah di lingkungan kampus.

Kebutuhan Air Kampus Capai 3.750 m³ per Bulan

UINSSC memiliki total populasi kampus sebanyak 17.505 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Berdasarkan rata-rata kendaraan yang masuk kampus setiap hari, yakni 2.088 kendaraan, serta proporsi pengguna yang datang melalui transportasi umum, jalan kaki, dan sepeda, jumlah rata-rata pengguna kampus per hari diperkirakan mencapai 2.500 orang. Selain itu, mengacu pada SNI 03-7065-2005, kebutuhan air untuk institusi pendidikan tinggi umumnya sekitar 50 liter per orang per hari. Dengan demikian, total konsumsi air kampus diperkirakan mencapai 125.000 liter per hari, atau setara dengan 3.750 m³ per bulan.

21 Sumur Air Tanah Tersebar di Berbagai Gedung

Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, UINSSC mengoperasikan 21 sumur air tanah yang tersebar di berbagai area kampus. Rinciannya, tujuh sumur berada di kawasan Rektorat, empat sumur di area Perpustakaan, delapan sumur di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK), satu sumur di Gedung Cyber, dan satu sumur di area Laboratorium Terpadu. Sebagian besar sumur memiliki kedalaman rata-rata 30 meter dengan pipa casing berdiameter 4 inci. Sementara itu, dua sumur di Rektorat menggunakan casing berdiameter 2 inci.

Tiga Kategori Air Terolah di Lingkungan Kampus

Secara umum, UINSSC memanfaatkan tiga kategori air terolah UINSSC untuk mendukung aktivitas kampus. Pertama, air PDAM yang disalurkan ke lima area, yaitu Rektorat, PKBH, Perpustakaan, Gedung Cyber, dan Gedung Pascasarjana. Estimasi konsumsinya sekitar 850 m³ per bulan.

Kedua, sistem filtrasi air tanah yang telah dipasang pada tujuh sumur di area FITK. Sistem ini berfungsi menyaring partikel tersuspensi sekaligus meningkatkan kualitas air sebelum didistribusikan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika dihitung, total air tanah yang digunakan kampus mencapai 2.900 m³ per bulan. Oleh karena itu, dengan proporsi sumur terfilter sebesar 33,3% dari total 21 sumur, estimasi volume air tanah yang telah melalui proses filtrasi mencapai 967 m³ per bulan.

Baca Juga:  Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Energy and Climate Change (EC)

Ketiga, air minum siap konsumsi yang disediakan melalui enam unit water purifier dalam ruangan di gedung-gedung fakultas seperti FITK, FUA, FEBI, FDKI, FASYA, dan Pascasarjana. Selain itu, tersedia pula dua unit dispenser air minum luar ruangan di area Ma’had dan masjid. Seluruh sistem ini menerapkan teknologi pengolahan multi-tahap, mulai dari filtrasi sedimen, karbon aktif, reverse osmosis (RO), sterilisasi ultraviolet, hingga penambahan mineral. Dengan demikian, air tanah dapat diolah menjadi air minum yang aman dikonsumsi langsung. Berdasarkan kapasitas operasionalnya, total konsumsi air minum dari kedua fasilitas ini diperkirakan mencapai 114,72 m³ per bulan.

Total Air Terolah Capai 51,51% dari Konsumsi Kampus

Berdasarkan penjumlahan ketiga kategori air terolah tersebut, yakni air PDAM, air tanah terfilter, dan air minum siap konsumsi, total volume air terolah di UINSSC mencapai 1.931,72 m³ per bulan. Jika dibandingkan dengan total konsumsi air kampus sebesar 3.750 m³ per bulan, maka persentase air terolah ini setara dengan 51,51% dari keseluruhan kebutuhan air kampus.

Wujud Komitmen Kampus dalam Menjamin Kualitas Air

Melalui penerapan berbagai sistem pengolahan air ini, mulai dari jaringan PDAM, filtrasi sumur, hingga fasilitas air minum siap konsumsi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam menjamin ketersediaan air terolah UINSSC yang berkualitas dan aman bagi seluruh sivitas akademika. Selain itu, keberadaan fasilitas air minum siap konsumsi ini juga turut mengurangi ketergantungan terhadap air minum kemasan. Dengan demikian, langkah ini sekaligus mendukung operasional kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.