Kepemimpinan Inklusif UINSSC Kian Kuat, Partisipasi Perempuan di Jabatan Strategis Capai 35,57 Persen

Kepemimpinan Inklusif UINSSC Kian Kuat, Partisipasi Perempuan di Jabatan Strategis Capai 35,57 Persen

Cirebon, 22 Juli 2026Kepemimpinan inklusif UINSSC terus diperkuat melalui peningkatan partisipasi perempuan dalam berbagai jabatan strategis. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjalankan kebijakan tata kelola yang inklusif, adil, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Good University Governance sekaligus mendukung indikator UI GreenMetric World University Rankings pada aspek Governance and Digitalization (GD.9).

Rasio Perempuan dalam Jabatan Strategis Capai 35,57 Persen

Berdasarkan data kelembagaan tahun 2026, universitas memiliki 149 jabatan pimpinan dan wakil pimpinan di berbagai jenjang organisasi. Dari jumlah tersebut, 53 jabatan diisi oleh perempuan. Dengan demikian, rasio perempuan dalam jabatan strategis mencapai 35,57 persen.

Capaian ini menunjukkan keterlibatan perempuan yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan institusi. Selain itu, perempuan berperan aktif dalam mendukung pengembangan akademik maupun tata kelola universitas.

Kepemimpinan Inklusif UINSSC

Pada tingkat fakultas, 4 perempuan menduduki jabatan pimpinan dari total 16 posisi. Sementara itu, pada tingkat program studi terdapat 37 perempuan dari 88 jabatan pimpinan. Adapun pada unit-unit universitas, 12 dari 39 posisi kepemimpinan juga diemban oleh perempuan.

Data tersebut menunjukkan bahwa partisipasi perempuan tersebar di berbagai tingkat organisasi. Karena itu, perempuan memiliki peran yang semakin kuat dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengelolaan institusi.

Kesetaraan Kesempatan dalam Pengembangan Karier

Selain memperhatikan komposisi kepemimpinan, universitas juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang setara bagi seluruh sivitas akademika. Hingga Mei 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki 582 pegawai, terdiri atas 395 dosen dan 187 tenaga kependidikan.

Dari jumlah tersebut, 210 pegawai atau sekitar 36,1 persen merupakan perempuan. Persentase ini relatif seimbang dengan proporsi perempuan yang menduduki jabatan kepemimpinan. Oleh sebab itu, data tersebut mencerminkan adanya keselarasan antara representasi perempuan dalam sumber daya manusia dan dalam struktur kepemimpinan universitas.

Baca Juga:  Dukung SDGs, UIN Syekh Nurjati Cirebon Prioritaskan Penggunaan Perangkat Elektronik Berdaya Rendah

Keseimbangan tersebut memperlihatkan upaya universitas dalam menerapkan prinsip kesetaraan kesempatan dalam pengembangan karier. Dengan demikian, perempuan memperoleh ruang yang sama untuk berkontribusi dalam pengambilan kebijakan, pengelolaan akademik, serta pengembangan program strategis sesuai kompetensi dan profesionalisme.

Komitmen terhadap SDGs dan Tata Kelola Berkelanjutan

Meski demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyadari masih terdapat ruang untuk meningkatkan representasi perempuan, terutama pada tingkat kepemimpinan universitas. Oleh karena itu, penguatan kebijakan pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas kepemimpinan akan terus menjadi prioritas.

Ke depan, universitas akan memperluas kesempatan yang setara bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola institusi yang semakin inklusif, profesional, dan akuntabel.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDG 16 tentang Institusi yang Tangguh, Inklusif, dan Akuntabel. Melalui penguatan partisipasi perempuan dalam berbagai posisi strategis, kepemimpinan inklusif UINSSC diharapkan semakin memperkuat budaya organisasi yang menghargai keberagaman, mendorong kolaborasi, serta mendukung tata kelola perguruan tinggi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.