Program Pengelolaan Air UINSSC Berkontribusi pada 14 Tujuan SDGs

Program Pengelolaan Air UINSSC Berkontribusi pada 14 Tujuan SDGs

Cirebon, 22 Juli 2026 Program pengelolaan air UINSSC diterapkan di seluruh area kampus untuk mendukung efisiensi penggunaan air, pengendalian pencemaran, dan penguatan lingkungan kampus berkelanjutan.

Delapan program tersebut berkontribusi terhadap 14 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inisiatif yang diterapkan meliputi biopori, penghijauan, daur ulang air, fasilitas hemat air, stasiun air minum, IPAL berbasis bioteknologi, dan kampanye konservasi air.

Program Pengelolaan Air UINSSC Perkuat Konservasi Air Tanah

UINSSC memasang lubang resapan biopori di berbagai titik kampus. Biopori membantu air hujan meresap ke dalam tanah dan mengurangi genangan saat musim hujan.

Selain itu, kampus memperluas penanaman dan pemeliharaan pohon di ruang terbuka hijau. Pohon membantu menahan erosi dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.

Program penghijauan ini didukung melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Kemitraan tersebut memperkuat kontribusi kampus terhadap SDG 6, SDG 11, SDG 13, SDG 15, dan SDG 17.

Daur Ulang Air dan Fasilitas Hemat Air Tingkatkan Efisiensi

Untuk menghemat penggunaan air, UINSSC mengoperasikan sistem daur ulang air. Sistem ini memanfaatkan air bekas wudu, cuci tangan, dan aktivitas laboratorium.

Kampus juga menyediakan toilet dual-flush dan urinal tanpa air. Fasilitas tersebut membantu menurunkan konsumsi air harian secara signifikan.

Di berbagai gedung, UINSSC memasang stasiun water purifier. Fasilitas ini menyediakan air minum yang aman sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Melalui program ini, kampus mendukung SDG 3, SDG 5, SDG 6, SDG 7, SDG 9, SDG 10, dan SDG 12.

IPAL Berbasis Bioteknologi Cegah Pencemaran Air

Seluruh limbah cair kampus diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis bioteknologi. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme alami untuk menguraikan zat pencemar dalam air limbah.

Baca Juga:  UINSSC Ukur Baseline Sampah Plastik dan Kertas Sebagai Titik Awal Evaluasi Pengelolaan Sampah

Karena itu, air hasil olahan menjadi lebih aman sebelum dialirkan ke lingkungan. Langkah ini membantu menjaga kualitas air dan melindungi ekosistem perairan di sekitar kampus.

Program IPAL mendukung SDG 6, SDG 13, SDG 14, dan SDG 15.

Edukasi dan Tata Kelola Perkuat Kampus Berkelanjutan

Selain membangun infrastruktur, UINSSC juga memperkuat edukasi lingkungan. Kampus memasang poster hemat air dan larangan membuang limbah ke saluran drainase dan toilet.

Selanjutnya, program ini didukung oleh Surat Edaran Rektor tentang Perlindungan Lingkungan dan SOP Pengelolaan Limbah Laboratorium. Kampus juga menerapkan pemantauan dan pelaporan lingkungan secara berkala.

Secara keseluruhan, program pengelolaan air UINSSC menunjukkan komitmen kuat universitas dalam mendukung kampus hijau, ketahanan iklim, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.