UINSSC Ukur Baseline Sampah Plastik dan Kertas Sebagai Titik Awal Evaluasi Pengelolaan Sampah

UINSSC Ukur Baseline Sampah Plastik dan Kertas Sebagai Titik Awal Evaluasi Pengelolaan Sampah

pengelolaan-sampah-kampus-uinssc-data-plastik.jpg

Cirebon 22 Juli 2026— UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) memperkuat pengelolaan sampah kampus UINSSC dengan mencatat volume sampah plastik dan kertas yang dihasilkan sepanjang 2025. Data ini menjadi bagian dari pemenuhan indikator 3.3 UI GreenMetric, yaitu total volume sampah kertas dan plastik yang dihasilkan kampus pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil perhitungan, total sampah plastik yang dihasilkan sepanjang 2025 mencapai 11,29 ton. Angka ini terdiri atas 4,52 ton limbah botol dan kemasan minuman, serta 6,77 ton limbah kemasan makanan dan camilan.

Sementara itu, total sampah kertas tercatat sebanyak 7,52 ton. Rinciannya, 5,26 ton berupa kertas kantor dan akademik (HVS), serta 2,27 ton berupa kardus atau kotak kemasan.

Cara Menghitung Timbulan Sampah Kampus

Secara teknis, data ini diperoleh melalui metode sampling di sejumlah area representatif kampus. Area tersebut meliputi Gedung Rektorat, Gedung Pascasarjana, Integrated Cyber Campus (ICC), Puslab Saladara, dan Gedung Siber.

Timbulan sampah harian yang terukur di area-area itu kemudian dikonversi menjadi estimasi tahunan. Perhitungannya menggunakan basis 260 hari kerja efektif sepanjang 2025, sehingga hasilnya dapat menggambarkan sampah dari aktivitas akademik, administratif, dan layanan penunjang secara representatif.

Sampah Plastik dan Kertas Masih Mendominasi

Data tersebut menegaskan satu hal: sampah plastik dan kertas masih menjadi dua jenis sampah paling dominan dari aktivitas warga kampus. Kondisi ini pun menjadi perhatian utama dalam penyusunan program pengelolaan sampah UINSSC ke depan.

Meski begitu, total timbulan sampah pada 2025 sebenarnya sudah menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini merupakan dampak dari sejumlah inisiatif pengurangan sampah yang mulai diterapkan kampus.

Baca Juga:  UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Ikuti Pertemuan Perdana UI GreenMetric Service Package 2026

Inisiatif Awal yang Masih dalam Tahap Pengembangan

Sejumlah upaya awal itu antara lain kampanye pengurangan konsumsi plastik sekali pakai dan penyediaan fasilitas pendukung penggunaan tumbler serta wadah makan pakai ulang. Selain itu, kampus juga mulai memperbaiki praktik pemilahan sampah dan memperkuat digitalisasi dokumen guna menekan penggunaan kertas.

Namun, pada 2025 berbagai program tersebut masih berada pada tahap pengembangan. Alhasil, dampaknya terhadap penurunan timbulan sampah belum mencapai tingkat yang optimal.

Menjadi Acuan Evaluasi ke Depan

Secara keseluruhan, angka timbulan sampah pada 2025 memberikan gambaran kondisi awal pengelolaan sampah di UINSSC. Capaian ini pun menjadi baseline untuk mengevaluasi perubahan timbulan sampah pada periode-periode berikutnya.

Dengan baseline ini, UINSSC memiliki acuan yang jelas untuk menilai efektivitas kebijakan dan upaya pengurangan sampah yang telah dan akan diterapkan. Hasil pengukuran ini pun dapat digunakan sebagai indikator untuk memantau perbaikan kinerja pengelolaan sampah serta pencapaian target keberlanjutan kampus dari waktu ke waktu.