UINSSC Catat Penurunan Limbah B3 9,64 Persen, Ini Rincian Sumbernya

UINSSC Catat Penurunan Limbah B3 9,64 Persen, Ini Rincian Sumbernya

Cirebon, 21 Juli 2026 — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mencatat total limbah B3 UINSSC sebanyak 0,7260 ton sepanjang tahun berjalan. Angka ini turun 0,0774 ton atau 9,64 persen dibandingkan 0,8034 ton pada tahun sebelumnya.

Data tersebut menjadi bagian dari pemenuhan indikator UI GreenMetric 3.13, yaitu total volume limbah beracun yang dihasilkan kampus setiap tahun. Limbah B3 berasal dari kegiatan praktikum laboratorium, penelitian, dan operasional kampus.

Dengan demikian, penurunan volume limbah menunjukkan adanya upaya pengendalian timbulan limbah di lingkungan UINSSC.

Limbah B3 UINSSC Didominasi Limbah Kimia Laboratorium

Berdasarkan klasifikasinya, limbah B3 UINSSC terdiri atas:

  • 0,5100 ton limbah kimia laboratorium (70,25 persen)

  • 0,0360 ton limbah elektronik (4,96 persen)

  • 0,0720 ton limbah biokimia (9,92 persen)

  • 0,1080 ton limbah lain, seperti baterai bekas, sisa cat, dan toner (14,88 persen)

Limbah kimia laboratorium menjadi kontributor terbesar. Jenis limbah ini meliputi sisa reagen, larutan asam-basa, pelarut organik, dan limbah bermuatan logam berat.

Sementara itu, limbah elektronik berasal dari peralatan laboratorium yang sudah usang. Adapun limbah biokimia mencakup media mikrobiologi dan sisa disinfektan.

SOP Menjadi Dasar Pengelolaan Limbah B3 UINSSC

Seluruh laboratorium UINSSC menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Limbah Laboratorium. Setelah praktikum selesai, limbah tidak langsung dibuang ke saluran pembuangan.

Sebaliknya, limbah dipilah dan ditempatkan pada wadah khusus sesuai karakteristiknya. Limbah asam-basa dinetralkan terlebih dahulu. Selain itu, limbah berlogam berat diendapkan menggunakan tawas atau feri klorida (FeCl₃).

Untuk limbah mikrobiologi, sterilisasi dilakukan menggunakan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. Selanjutnya, limbah mendapatkan disinfeksi tambahan sebelum dipindahkan ke area pengumpulan.

Baca Juga:  Kampus Hijau UINSSC: 72,96% Lahan Tertutup Vegetasi

Sebagian Limbah Diolah, Sisanya Diserahkan ke Mitra Pengelola

Dari total 0,7260 ton limbah B3, kampus berhasil menekan timbulan di sumber sebesar 0,0774 ton atau 10,66 persen. Selain itu, sebagian limbah dikelola melalui pemulihan sumber daya.

Rinciannya meliputi reuse 0,0363 ton (5 persen), downcycling 0,1815 ton (25 persen), dan upcycling 0,0581 ton (8 persen).

Sementara itu, limbah yang tidak dapat dikelola lebih lanjut di dalam kampus diserahkan kepada Bank Sampah Berkasih di Desa Karyamulya untuk diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Secara keseluruhan, penurunan timbulan limbah B3 UINSSC dan konsistensi penerapan SOP menunjukkan komitmen kampus dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya ini mendukung capaian indikator Waste (WS) UI GreenMetric serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.