UINSSC Catat 0,8034 Ton Sampah B3 pada 2025 Sebagai Baseline Pengelolaan Limbah

UINSSC Catat 0,8034 Ton Sampah B3 pada 2025 Sebagai Baseline Pengelolaan Limbah

Cirebon 21 Juli 2026 — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mencatat total volume sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 0,8034 ton sepanjang 2025. Data ini menjadi bagian dari pemenuhan indikator 3.14 UI GreenMetric. Indikator tersebut mengukur total volume sampah beracun yang dihasilkan kampus pada tahun sebelumnya.

Sampah B3 ini berasal dari kegiatan praktikum laboratorium, aktivitas penelitian, dan operasional kampus. Selain itu, data ini juga menjadi baseline untuk mengevaluasi efektivitas program pengurangan limbah pada tahun berikutnya.

Limbah Kimia Laboratorium Dominasi Komposisi pada 2025

Berdasarkan klasifikasinya, sampah B3 pada 2025 terdiri atas 0,5624 ton limbah kimia laboratorium (70 persen) dan 0,0402 ton limbah elektronik (5 persen). Selain itu, tercatat pula 0,0803 ton limbah biokimia (10 persen) serta 0,1205 ton limbah lain seperti baterai bekas, sisa cat, dan toner (15 persen).

Limbah kimia laboratorium menjadi porsi terbesar. Komposisi ini terutama berupa sisa reagen, larutan asam-basa, pelarut organik, dan limbah bermuatan logam berat.

Sementara itu, limbah elektronik berasal dari peralatan laboratorium yang sudah usang. Adapun limbah biokimia mencakup media mikrobiologi dan sisa disinfektan.

SOP Pengelolaan Limbah Sudah Diterapkan Sejak 2025

Pada 2025, seluruh laboratorium UINSSC sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Limbah Laboratorium. Setelah praktikum selesai, limbah dipilah sesuai karakteristiknya. Selanjutnya, limbah ditempatkan pada wadah khusus, bukan langsung dibuang ke saluran pembuangan.

Limbah asam-basa dinetralkan terlebih dahulu. Sementara itu, limbah berlogam berat diendapkan menggunakan tawas atau feri klorida (FeCl₃).

Adapun limbah mikrobiologi disterilkan lewat autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan disinfeksi sebelum limbah dipindahkan ke area pengumpulan.

Baca Juga:  UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perluas Panel Surya, Rasio Energi Terbarukan Baru 0,14%

Pemulihan Sumber Daya Sudah Jadi Perhatian

Pada periode ini, pengelolaan limbah juga menekankan pemulihan dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Melalui penerapan prosedur ini, seluruh limbah laboratorium dapat dikelola secara sistematis dan aman. Dengan begitu, dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan pun dapat diminimalkan.

Menjadi Tolok Ukur Perbaikan Tahun Berikutnya

Data timbulan sampah B3 pada 2025 menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan program perbaikan pengelolaan limbah pada tahun berikutnya. Lewat penerapan SOP secara konsisten, pemantauan rutin, dan upaya pengurangan limbah di sumbernya, UINSSC terus memperkuat sistem pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, inisiatif ini turut mendukung capaian indikator Waste (WS) UI GreenMetric. Inisiatif ini juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.