UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Catat Rasio Ruang Terbuka 78,52 Persen dari Total Luas Kampus

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Catat Rasio Ruang Terbuka 78,52 Persen dari Total Luas Kampus

Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mencatatkan rasio ruang terbuka sebesar 78,52 persen dari total luas kampus. Angka ini adalah hasil perhitungan indikator 1.8 UI GreenMetric, yaitu rasio ruang terbuka terhadap total luas area kampus atau SI.1. Dengan capaian ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pun masuk kategori penilaian tertinggi pada indikator tersebut, yakni di atas satu persen hingga delapan puluh persen.

Cara Menghitung Rasio Ruang Terbuka Kampus

Secara teknis, indikator ini dihitung dengan rumus baku UI GreenMetric. Rumusnya adalah total luas area kampus dikurangi total luas lantai dasar bangunan, lalu dibagi total luas area kampus, dan dikalikan seratus persen.

Sebagai gambaran, total luas area kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat 154.331 meter persegi. Sementara itu, total luas lantai dasar bangunannya tercatat 33.153,82 meter persegi. Dari selisih kedua angka tersebut, diperoleh ruang terbuka seluas 121.177,18 meter persegi. Artinya, angka itu setara 78,52 persen dari total luas kampus.

Apa Saja yang Termasuk Ruang Terbuka Kampus

Pada dasarnya, ruang terbuka seluas 121.177,18 meter persegi ini mencakup beberapa fungsi. Misalnya, halaman kampus, area hijau, jalur sirkulasi, area parkir, ruang publik, dan area resapan air. Selain itu, kategori ini juga mencakup lahan yang belum sepenuhnya dikembangkan, khususnya di Kampus 3 dan Kampus 4.

Namun demikian, cakupan ini berbeda dari ruang terbuka hijau atau RTH. RTH sendiri diatur khusus dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 8 Tahun 2012 Pasal 46. Berdasarkan aturan tersebut, proporsi RTH wajib minimal 30 persen. Angka itu terdiri atas 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat.

Meski begitu, capaian 78,52 persen tetap menunjukkan hal penting. Sebagian besar lahan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon masih terjaga dari alih fungsi menjadi bangunan. Dengan demikian, kondisi ini turut mendukung mobilitas warga kampus, interaksi sosial, dan pengembangan vegetasi.

Baca Juga:  Jumlah Mata Kuliah UINSSC Meningkat Jadi 2.448 pada 2026

Rasio Ruang Terbuka per Kapita: 7,04 Meter Persegi per Orang

Selain rasio terhadap total luas area, UI GreenMetric juga mengukur ketersediaan ruang terbuka per orang. Untuk itu, populasi kampus turut dihitung sebagai pembagi. Populasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sendiri tercatat 17.220 orang, terdiri atas 16.636 mahasiswa reguler dan 584 dosen serta tenaga kependidikan.

Jika ruang terbuka seluas 121.177,18 meter persegi dibagi jumlah tersebut, hasilnya adalah 7,04 meter persegi per orang. Angka ini masuk kategori kurang dari atau sama dengan 10 meter persegi per orang. Kategori tersebut merupakan bagian dari skema penilaian UI GreenMetric.

Meskipun demikian, ruang terbuka ini tetap terbuka untuk terus dioptimalkan. Sebagai contoh, melalui perluasan area resapan air, penambahan vegetasi, pembangunan taman vertikal, dan penataan lanskap.

Sebaran Ruang Terbuka di Setiap Kampus

Berdasarkan sebarannya, Kampus 1 menyumbang porsi terbesar untuk kategori bangunan. Kampus ini terbagi menjadi empat lokasi, dengan total luas lantai dasar bangunan mencapai 32.395,82 meter persegi. Sementara itu, Kampus 2 di Jalan Saladara menyumbang 758 meter persegi.

Sebaliknya, Kampus 3 dan Kampus 4 justru menjadi penyumbang ruang terbuka terbesar. Kampus 3 memiliki luas 40.190 meter persegi, sedangkan Kampus 4 memiliki luas 54.295 meter persegi. Hal ini terjadi karena sebagian besar lahan keduanya masih berupa area hijau dan cadangan pengembangan.

Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju Kampus Berkelanjutan

Secara umum, pencapaian rasio ruang terbuka 78,52 persen ini menjadi bukti konkret. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil menjaga keseimbangan ekologis, bahkan di tengah perkembangan infrastruktur akademik yang terus berjalan.

Dengan proporsi ruang terbuka yang besar, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pun semakin memperkuat posisinya. Selain berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, universitas ini juga meningkatkan daya saing dalam pemeringkatan UI GreenMetric.