Pengukuran Rasio Kendaraan sebagai Indikator Transportasi Berkelanjutan

Pengukuran Rasio Kendaraan sebagai Indikator Transportasi Berkelanjutan

Pengukuran Rasio Kendaraan sebagai Indikator Transportasi Berkelanjutan

Oleh : Didin Jaenudin

Pengukuran Rasio Kendaraan sebagai Indikator Transportasi Berkelanjutan

GreenMetrics.uinssc.ac.id – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap pengelolaan kampus berkelanjutan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan pengukuran indikator transportasi yang menjadi bagian dari penilaian UI GreenMetric World University Rankings. Salah satu indikator penting dalam kategori Transportation adalah rasio jumlah kendaraan yang beroperasi di area kampus dibandingkan dengan total populasi civitas akademika. Indikator ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepadatan kendaraan sekaligus menjadi dasar dalam evaluasi kebijakan transportasi yang ramah lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada hari sampling, tercatat sebanyak 2.463 unit kendaraan yang beroperasi di lingkungan kampus. Jumlah tersebut terdiri dari 35 mobil dan 19 sepeda motor yang dikelola oleh universitas, serta 80 mobil dan 2.329 sepeda motor yang masuk ke area kampus pada saat aktivitas akademik berlangsung. Data ini memberikan gambaran nyata mengenai mobilitas kendaraan yang terjadi di dalam lingkungan kampus.

Sementara itu, jumlah populasi kampus yang mencakup dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa tercatat sebanyak 14.454 orang. Dengan demikian, rasio kendaraan terhadap populasi kampus mencapai 0,170 kendaraan per individu. Nilai ini menjadi parameter penting dalam menilai tingkat penggunaan kendaraan di kampus serta sebagai dasar dalam merancang strategi transportasi yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Metode Pengumpulan Data Kendaraan di Lingkungan Kampus

Proses pengumpulan data kendaraan dilakukan melalui metode sampling yang dirancang untuk memperoleh gambaran kondisi transportasi secara representatif. Pengumpulan data ini dilaksanakan pada pagi hari, saat aktivitas civitas akademika berada pada puncaknya. Waktu tersebut dipilih karena dianggap paling mencerminkan tingkat mobilitas kendaraan yang sesungguhnya di lingkungan kampus.

Karena sistem e-parking di kampus belum sepenuhnya beroperasi, proses pendataan kendaraan dilakukan melalui wawancara langsung dengan petugas keamanan (security) di setiap area kampus. Para petugas keamanan memberikan informasi terkait jumlah kendaraan yang masuk maupun yang beroperasi di lingkungan universitas pada waktu pengamatan berlangsung.

Metode ini dipilih untuk memastikan bahwa data yang diperoleh tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan meskipun belum didukung oleh sistem pencatatan digital secara penuh. Selain itu, pendekatan observasi langsung juga memberikan gambaran kondisi lalu lintas kampus secara lebih nyata, termasuk pola kedatangan kendaraan pada jam-jam sibuk.

Melalui pendekatan tersebut, pihak universitas dapat memperoleh data awal yang cukup komprehensif mengenai mobilitas kendaraan di lingkungan kampus. Data ini kemudian digunakan sebagai bahan analisis untuk mendukung penyusunan kebijakan transportasi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Manfaatkan ICT untuk Pengelolaan Program Energy and Climate Change

Sebaran Area Kampus dan Kompleksitas Mobilitas Transportasi

Kondisi transportasi di lingkungan kampus juga dipengaruhi oleh karakteristik wilayah kampus yang tersebar di beberapa lokasi. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki beberapa area kampus yang menjadi pusat aktivitas akademik, administratif, maupun kegiatan kemahasiswaan. Sebaran lokasi ini turut mempengaruhi tingkat mobilitas kendaraan yang masuk dan beroperasi di lingkungan universitas.

Beberapa area utama yang menjadi lokasi pengamatan meliputi Area Rektorat, Kampus 1 Lokasi 2, Kampus 1 Lokasi 3, Area Kampus Siber, serta Area Saladara. Kampus 1 Lokasi 2 misalnya, menjadi pusat aktivitas beberapa fakultas seperti Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, sekaligus menjadi lokasi Perpustakaan universitas. Sementara itu, Kampus 1 Lokasi 3 mencakup Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta Ma’had.

Sebaran lokasi tersebut menyebabkan arus kendaraan tidak terpusat pada satu titik saja, melainkan tersebar di beberapa area dengan karakteristik mobilitas yang berbeda. Oleh karena itu, proses pengumpulan data kendaraan dilakukan di seluruh area tersebut agar dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi transportasi kampus.

Pendekatan ini memungkinkan universitas memahami pola mobilitas kendaraan secara lebih komprehensif sehingga kebijakan transportasi yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing area kampus.

Kebijakan Pengelolaan Kendaraan Dinas untuk Mendukung Kampus Hijau

Selain melakukan pengukuran rasio kendaraan, pihak universitas juga menerapkan kebijakan pengelolaan kendaraan dinas sebagai bagian dari tata kelola transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan kendaraan operasional universitas dilakukan secara efisien, transparan, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 133 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur berbagai aspek penting, mulai dari prosedur penggunaan kendaraan, mekanisme pemeliharaan, hingga sistem pengawasan terhadap pemanfaatan kendaraan operasional universitas.

Melalui kebijakan ini, universitas berupaya memastikan bahwa kendaraan dinas digunakan sesuai dengan kebutuhan institusi serta mendukung kegiatan akademik dan administratif secara optimal. Selain itu, pengaturan yang jelas juga membantu mendorong penggunaan kendaraan secara lebih hemat dan bertanggung jawab.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam mengembangkan sistem transportasi kampus yang lebih ramah lingkungan. Dengan pengelolaan kendaraan yang baik serta pemantauan rasio kendaraan secara berkala, universitas dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan emisi karbon, dan mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih berkelanjutan di masa depan. []